Mobil Listrik untuk Mudik: Strategi Rute & Pengisian Baterai

Tips Mobil Listrik untuk Mudik

Tradisi mudik sudah menjadi acara tahunan yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia. Keberadaan mobil listrik yang semakin masif juga memberikan dukungan bagi jutaan orang yang melakukan perjalanan mudik jauh.

Perbedaan antara kendaraan konvensional dan listrik membuat pengemudi bingung dalam mengatur strategi pengisian daya listrik (baterai).

Karena pada faktanya, keberadaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) tidak sebanyak SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

Jadi, mau tidak mau Anda harus strategis dalam mengisi baterai kendaraan listrik agar mudik terasa nyaman. Untuk mengetahui cara efisiennya, Anda dapat simak pembahasan kali ini!

Pentingnya Riset Rute Sebelum Mudik dengan Mobil Listrik

Sebelum mudik menggunakan kendaraan listrik, pastikan Anda sudah mengetahui rute perjalanan melewati SPKLU. Lalu, Anda dapat mempersiapkan pengetahuan akan kapasitas baterai mobil Anda.

Seperti yang Anda ketahui bahwa jenis kendaraan listrik terbagi dua varian, yaitu standard range (jarak tempuh 100-300 km) dan long range (jarak tempuh 300-600 km).

Jadi, sudah menjadi tugas Anda untuk riset rute dan letak SPKLU untuk persiapan mengisi daya listrik kendaraan Anda. Selain itu, pastikan Anda sudah tahu jenis soket pengisi daya yang kompatibel, seperti AC Charging, CCS atau CHAdeMO.

Walaupun saat ini PT Jasa Marga sudah menyiapkan 25 SPKLU di sepanjang Tol Trans Jawa, Anda tetap harus memiliki rute mudik cadangan sebagai antisipasi stasiun pengisian penuh atau tidak beroperasi.

Pahami Strategi Pengisian Baterai Mobil Listrik Saat Mudik

Mudik dengan Mobil Listrik

Untuk mendukung perjalanan mudik yang aman dan nyaman dengan kendaraan listrik, ada baiknya Anda memahami beberapa strategi pengisian baterai kendaraan listrik.

Strategi ini penting untuk mencegah masalah yang dapat Anda temui di perjalanan. Berikut pembahasannya:

1. Isi Penuh Saat di Rumah

Sebelum mulai perjalanan jauh, Anda harus memastikan daya mobil listrik Anda sudah terisi penuh 100%. Pengisian daya baterai penuh dapat memberikan kesempatan jarak tempuh maksimal pada mobil.

Cara yang dapat Anda lakukan untuk mengisi penuh daya baterai adalah menggunakan home charging dan memaksimalkan proses pengisiannya.

2. Manfaatkan Fast Charging

Saat di perjalanan, sebaiknya Anda tahu SPKLU yang memiliki fasilitas fast charging. Hal ini yang dapat mengisi daya baterai hingga 80% dalam waktu singkat, yaitu 30-60 menit.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua SPKLU memiliki fasilitas ini. Anda harus bisa mengatur strategi rute dan pemakaian baterai mobil listrik sebelum mencapai pengisian berikutnya.

3. Tidak Tunggu Baterai Kritis

Hal lain yang harus Anda perhatikan saat mudik dengan mobil listrik adalah mengisi daya listrik sebelum baterai kritis. Jika daya tersisa sudah 20-30%, maka bersiaplah untuk mengisinya.

Tujuannya untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Tips lain yang berguna untuk menjaga baterai tetap sehat saat perjalanan mudik adalah tidak mengisi daya listrik penuh 100%.

Mengisi daya listrik sebesar 80% sudah cukup untuk menjaga mobil Anda tetap optimal dari segi pemakaian baterai.

4. Dukung dengan Gaya Berkendara Baik

Saat mudik menggunakan mobil listrik, Anda juga perlu memahami gaya berkendara yang baik. Misal, berkendara dengan kecepatan normal dan tidak ugal-ugalan.

Pastikan juga untuk menggunakan ban mobil khusus kendaraan listrik dengan tekanan yang baik. Karena jika Anda sembarangan dalam berkendara, maka baterai akan cepat boros dan rusak.

Bagi Anda yang berencana mudik menggunakan mobil listrik, pada umumnya sama saja dengan menggunakan mobil konvensional. Namun, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian Anda.

Seperti mengatur strategi pengisian daya baterai di SPKLU dengan menyiapkan rute yang sesuai. Lalu, hal paling penting adalah berkendara dengan baik dan tidak sembarangan untuk menjaga kesehatan baterai dan kondisi mobil.